Jumat, 30 September 2011

"SAYANGI MEREKA, MEREKA SAUDARA KITA"

Mereka jarang tersenyum bukan karena mereka enggan untuk tersenyum. Tapi hidup dan waktu seolah menuntut mereka untuk menghabiskan sebagian besar kehidupan untuk bekerja keras, sehingga terkadang mereka lupa bahwa ada waktu untuk tersenyum. Seolah dunia begitu keras menuntut mereka hingga mereka lupa untuk tertawa.

Lihatlah teman.. Bahkan mereka tidak punya waktu untuk tersenyum. Apa mereka lupa cara tersenyum? Atau karena mereka tak pernah menerima senyuman, makanya mereka tak tahu lagi bagaimana caranya tersenyum?

Terkadang aku melihat dunia memang terlalu keras pada mereka. Bukan dunia sebagai objek, tapi dunia dengan manusianya. Bagaimana jika sesekali kita tidak menghabiskan waktu di tempat-tempat yang indah? Kenapa kita tak meluangkan waktu sejenak untuk memperhatikan mereka? Jika tak mau atau tak mampu membantu mereka dengan materi, tidak ada salahnya juga kita menghargai mereka dengan sebuah senyuman ikhlas dari wajah kita. Bukankah mereka juga saudara kita?

Teman, andai kita punya waktu untuk memperhatikan kehidupan mereka yang begitu sederhana. Maka kita akan menemukan kehidupan yang begitu indah. Di sana kita sadar betapa lebih beruntungnya kita.

Teman, tidak ada salahnya sesekali kita berjalan kaki sendirian di tengah keramaian sambil memperhatikan lingkungan kita. Cobalah luangkan waktu sedikit saja untuk itu. Sekali lagi, jika tak dapat memberi pada mereka paling tidak kita bisa sadar dan lebih memahami lagi hidup kita.

Aku bangga pada mereka. Mereka hebat. Dengan kehidupan yang begitu keras, mereka tetap bisa menjalaninya. Meski tak tahu dengan apa hidup ini akan dilanjutkan esok hari. Dan dengan apa perut mereka akan diisi, mereka tetap menanti datangnya mentari pagi. Mereka bilang kalau mereka percaya bahwa selama mereka masih hidup, maka rezeki dari Allah akan tetap ada untuk mereka. Rezeki akan tetap ada selama mereka masih percaya dan mau berusaha serta berdoa.

Mereka dengan kesederhanaannya selalu bahagia dan bersyukur ketika mendapatkan sejumlah uang. Jika orang kaya yang menerima uang sejumlah itu, mungkin mereka menganggap uang itu tak berarti apa-apa. Tapi mereka tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca ketika mendapatkannya. Mengapa harus ada perbedaan seperti itu?

Jika si miskin datang ke rumah si kaya, sangat jarang atau bahkan tak akan ada sambutan hangat bagi mereka. Tapi ketika si kaya yang datang ke rumah si miskin, maka si miskin terlihat begitu menghargai. Seolah mereka didatangi oleh tamu agung di rumahnya. Sekali lagi, mengapa harus ada perbedaan seperti itu?

Jika suatu ketika si miskin dengan pakaiannya yang tampak lusuh dan kotor terjatuh, maka si kaya tak akan menghiraukan karena mungkin bagi mereka tidak akan menimbulkan manfaat apa-apa bagi dirinya. Yang ada paling hanya akan mengotori pakaiannya, mungkin itulah yang ada di fikirannya. Tapi, si miskin masih tetap berbeda dengan si kaya. Ketika keadaan berbalik, maka si miskin akan tetap membantu. Si miskin begitu pengiba. Hati mereka begitu lembut, sehingga tak mampu membiarkan orang lain dalam kesusahan karena mereka tahu bagaimana rasanya kesusahan itu.

Ya Rabb... Saudara-saudaraku itu mungkin di dunia tidak seberuntung yang lainnya. Mereka tidak dapat memiliki apa-apa yang mereka impikan. Tapi semoga mereka tetap bahagia dan penuh rasa syukur padaMu.
Ya Rabb... Sayangi saudara-saudaraku itu. Jangan biarkan mereka jauh dariMu. Ingatkan mereka selalu bahwa ada Engkau yang tetap menyayangi dan menjaga mereka. Dan berikanlah selalu semangat bagi mereka.
Ya Rabb... Berikan hati yang lembut pada mereka. Jangan biarkan kerasnya perlakuan yang mereka dapat menjadikan hati mereka ikut keras. Tapi jadikan kekerasan yang mereka terima itu sebagai bahan untuk lebih membuat hati mereka jernih melihat segala sesuatu.
Ya Rabb... Jangan biarkan rasa rendah diri melekat pada diri mereka akibat cemooh yang mereka terima. Tapi biarkan rasa rendah hati bersemayam pada diri mereka. Jagalah mereka agar tetap yakin akan kuasaMu dan agar mereka tetap beribadah kepadaMu sehingga mereka dapat bertemu dengan kebahagiaan yang hakiki bersamaMu.

Mungkin benar bahwa aku tak dapat berbuat apa-apa. Aku hanya seorang anak yang bahkan sampai saat ini masih bergantung pada orang tuaku. Lalu apa yang dapat aku lakukan?
Ya... Kalian boleh mengatakan bahwa aku tak bisa apa-apa.
Tapi mereka tetap saudaraku. Dan sekarang aku hanya bisa berdoa untuk mereka semua, di manapun mereka berada. Meski tak tahu apa-apa tentang mereka, yang jelas satu hal yang sangat aku tahu bahwa MEREKA ADALAH SAUDARAKU.

Maaf jika terlintas pemikiran bahwa tampaknya aku terlihat lebih berpihak pada si miskin. Tapi, jujur bagaimanapun juga aku memang lebih menyayangi si miskin. Namun, bukan berarti pula aku membenci si kaya karena aku tahu bahwa Allah tidak pernah membenci seseorang karena dia kaya atau miskin. Hanya saja, tulisan ini ku buat ketika aku melihat apa yang ku ceritakan saat ini. Dan bukan berarti hal ini harus terjadi selamanya.
Yang jelas aku sangat berharap, kaya atau miskin yang terpenting adalah bagaimana kita menghargai amanah yang diberikan kepada kita.

Maaf jika aku terlihat sok tahu. Bukan maksud menggurui karena aku sadar bahwa tak pantas diri ini menjadi seorang guru. Jika menemukan kebenaran, maka ambillah. Tuhan selalu menginginkan hamba Nya memperoleh kebenaran karena kebenaran itu niscaya hanya dariNya.
Tapi jika hanya ada kesalahan dan keburukan dari tiap untaian kata, mungkin itu karena si penulis ini yang tak mengerti apa-apa atau masih terlalu bodoh memaknai kehidupan.

Sabtu, 17 September 2011

(bukan) isak tangis

kamu datang dengan lelah
semua demi aku
kamu tebar canda tawa
tapi tidak dengan aku

kamu amati lingkunganku
penuh waspada akan aku
kamu tanya keadaanku
aku diam dan membisu

15 menit yang lalu
hanya secepat itu
padahal belum ku ungkapkan keluh kesahku
padahal belum ku tumpahkan isi hatiku

bening
hening
pening
kening

ini (bukan) isak tangis
nasibku tak terlalu miris
ini bukan inginku
takdir yang menuntunku

15 menit saja
kita berjumpa
aku rindu
aku rindu

mungkin bukan yang terbaik
tapi posisi selalu terbalik
ada kala kita suka
ada kala kita duka

aku iri dengan dia
bisa bersama dengan yang dicinta
aku benci dengan diriku
yang tak bisa memelukmu, ibu.


16 september 2011
22:25

surabaya

Sabtu, 03 September 2011

selamat hari raya Idul Fitri 1432 H

halo teman ! maaf ya udah lama ga buka ini blog... disini abonk hanya ingin mengucapkan :


selamat hari raya Idul Fitri 1432 H

minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

Senin, 29 Agustus 2011

sejuta kenangan di musholla AT-TAQWA

18 agustus 2011. untuk pertama kali aku tarawih di musholla kebanggaanku sejak dulu. musholla at-taqwa. wajar saja, sejak hari pertama puasa tahun ini aku ada di surabaya untuk mengikuti serangkaian kegiatan mahasiswa baru. jadi malam inilah malam pertamaku tarawih di musholla at-taqwa.

sewaktu akan berangkat aku bertemu andi, temanku. dia nampaknya sibuk memilah baju2 yg sedang dijual tetanggaku. mungkin akan dipakai saat lebaran nanti. langsung saja aku ajak tarawih bersama. begitu sampai di musholla, jelas sekali aroma kental tentang kenangan beberapa tahun yg lalu kurasa. jadi ingat waktu malam sya'ban dulu, saat mati lampu andi beraksi hendak mencuri roti yg ada di piring. eh pas dia ambil, tiba2 lampu menyala dan dia ketangkap basah "mengambil" roti. hahahaha.

dulu disini, aku dan teman2ku tarawih bersama, tadarus bersama, makan takjil bersama. tapi kini, dimana kalian wahai teman2ku?? aku rindu disaat kita melipat sajadah usai sholat tarawih, aku rindu disaat kita membagikan takjil kepada para warga yg datang. aku rindu disaat selesai tarawih, kita begadang bersama. bakar petasan, nonton film, rujakan, makan mie, main domino, dan sebagainya. aku rindu ketika saat sahur menjelang, kita bersama2 membangunkan para warga dengan bedug yg ada di musholla. sampai2 suatu malam kita dimarahi sang empu musholla gara2 masih jam 12 malam tapi sudah kita pukul bedugnya dengan keras. kontan saja semua pada marah2 tidak jelas. hahahaha.

teman2ku, dimana kalian?? mengapa kalian sibuk dengan urusan kalian masing2? aku tahu keadaan kita sekarang sudah banyak berubah dibandingkan beberapa tahun lalu. tapi, tidak adakah waktu bagi kalian untuk mampir sejenak di musholla kebanggaan kita ini?? musholla yg memperkenalkan kita pada AL-QURAN belasan tahun yg lalu. musholla yg mengajari kita apa itu alif, ba, ta, tsa, dan sebagainya.

apakah kalian tidak merindukan masa2 itu?? saat setiap jam 10 pagi kita mengaji bersama sampai adzan ashar. lalu kita bermain kelereng, petak umpet, dan remi di halaman musholla. lalu setelah itu kita pulang untuk kembali lagi pada saat maghrib tiba. beli pentol sama nyi sani, bakar petasan di rumahnya uul. ingatkah kalian temanku?

dimana kalian : erik, fery, eko, faredi, mely, enny, halima, farida, ria, totok, fahri, jovy, mulya, rony, mita, mbak lip, roby, aai, dll ??
aku rindu saat malam takbiran, kita membuat "damar kurung". lalu "damar kurung" itu jatuh dan nyaris membakar kandang sapi warga kampung sebelah.

lalu mengapa kalian para generasi penerus tidak meneruskan tradisi kita dulu?? dimana kalian wahai : tila, serli, uul, puput, mada, andi, madi, toni, joko, dll? mengapa kalian tidak kompak? tak ada lagi kegiatan seperti masa2 aku kecil dulu. jujur aku rindu. rindu masa2 itu. sejuta kenangan terlanjur terukir indah dalam hati ini. dan semua kenangan itulah yg memaksaku untuk segera menuliskannya dalam sebuah catatan ini.

kini, musholla itu semakin sepi. sang empu musholla, nyi zai sakit2an. anaknya yg juga guru ngaji kita, ustad holik jarang di rumah karena harus mengajar di suatu pulau. saat ada waktu untuk pulang pun hanya sebentar. otomatis sekarang yg mengajari ngaji adalah pak supatli. sementara imam tetap tarawih, kyai fatlil usianya semakin menua. begitu juga dengan kyai werni yg kini kesehatannya sedikit terganggu seiring bertambahnya usia. lalu, apakah tidak ada generasi penerus?? apa kita hanya akan berharap pada "senior" tadi? sementara mereka tak selamanya bisa memimpin kita kan??

jadi, mari para muda-mudi khususnya lelaki, berilah perhatian lebih pada musholla tercinta ini. bukannya aku sok bijak, aku juga sekarang sibuk. tapi setidaknya aku mengikuti perkembangan musholla at-taqwa. semoga kalian juga begitu :))

tidak serta merta melupakan kenangan terindah dalam bagian hidup kita. ;)

akhir kata, sampai jumpa dengan kenangan masa lalu dan kisah kita di masa depan ! :D

Rabu, 17 Agustus 2011

untuk esok

harusnya aku tak bodoh. tetap menanti dengan diam dan berteman sepi. mencoba menghibur diri dengan lantunan lagu indah ala Last Child. mengingat masa indah kita selama 3 th lamanya. dan kamu, yg ku tunggu tetap tak ada rasa apa-apa.

harusnya aku berpikir. bagaimana aku bisa merasakan getaran hebat hanya dalam dunia semu yg tak bertepi. dibanding dengan hal nyata yg mencoba menawarkan seberkas senyum. laksana aurora yg indah dan menjelma sebagai bidadari.

harusnya aku sadar. semua yg ku lakukan untuk esok takkan pernah berguna. bagaikan embun pagi yg membasahi sebuah gurun. semakin lama, semakin tersiksa. perbuatan sia-sia yg mencerminkan betapa cinta, tak bisa dipaksa.

harusnya aku tahu. mungkin bukan kamu yg akan Dia jadikan sebagai pendamping dalam hidupku. dan rasa ini hanya menjadi untaian pahit yg takkan pernah tahu sampai kapan akan berlalu.

harusnya aku diam. tidak mencari-cari apa kata terindah yg akan aku ucapkan untuk ulang tahunmu besok. karena kamu, bahkan tak tahu betapa sepinya diriku.




** happy birthday to you, my july. **