Tampilkan postingan dengan label my poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my poetry. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Mei 2012

sampah

lihatlah kawan.
mereka memang rupawan.
senyuman memang menawan.
antara laki-laki dan perempuan.

lihatlah kawan.
mereka sibuk berdandan.
menghias diri menjadi setan.
dan mereka terbawa zaman.

lihatlah kawan.
mereka katanya kawan.
ternyata menjadi lawan.
hanya manis di depan.

lihatlah kawan.
sikap bagaikan hewan.
yang menangis kesepian.
dan tertawa riang nian.

lihatlah kawan, mereka sampah kehidupan !

Sabtu, 17 September 2011

(bukan) isak tangis

kamu datang dengan lelah
semua demi aku
kamu tebar canda tawa
tapi tidak dengan aku

kamu amati lingkunganku
penuh waspada akan aku
kamu tanya keadaanku
aku diam dan membisu

15 menit yang lalu
hanya secepat itu
padahal belum ku ungkapkan keluh kesahku
padahal belum ku tumpahkan isi hatiku

bening
hening
pening
kening

ini (bukan) isak tangis
nasibku tak terlalu miris
ini bukan inginku
takdir yang menuntunku

15 menit saja
kita berjumpa
aku rindu
aku rindu

mungkin bukan yang terbaik
tapi posisi selalu terbalik
ada kala kita suka
ada kala kita duka

aku iri dengan dia
bisa bersama dengan yang dicinta
aku benci dengan diriku
yang tak bisa memelukmu, ibu.


16 september 2011
22:25

surabaya

Selasa, 26 April 2011

kembali

janur itu layu kemarin
seperti air karena angin
aurora bersinar dingin
entah batu masihkah licin

api itu kini padam
takkan ada lagi dendam
walau amarah tak teredam
biarlah, akan ku pendam

lain dulu lain kini
kini kau telah kembali
menghadap sang ILAHI
dunia ini yang jadi saksi

Sabtu, 19 Maret 2011

mengapa

mengapa
antara manusia
harus ada miskin dan kaya

mengapa
antara angka
harus ada satu dan dua

mengapa
antara peran
harus ada kawan dan lawan

mengapa
antara kehidupan
harus ada pertemuan dan perpisahan

mengapa
antara aku dan kalian
harus ada kata kenangan

Sabtu, 11 Desember 2010

kemana semua itu

kemana semua itu
semangatku yang ada dulu
kemana semua itu
perjuanganku yang terdahulu

kini semua itu layu
hilang telah berlalu
sesuatu di tubuhku
mulai membunuhku

lemah
lelah
lalai
terkulai

mati.

Selasa, 30 November 2010

patah

tak seharusnya aku berada disini
aku harus pergi
jauh melangkah bersama sunyi
yang berbunyi sepi tiada henti

terimakasih atas harapan yang kamu berikan selama ini
meskipun semua itu semu
aku bangga mengenalmu
bersama sejarah putih abu-abu