Tampilkan postingan dengan label sex education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sex education. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2012

Titik-titik Sensitif Wanita yang Sering Diabaikan



Gairah seksual wanita dapat ditingkatkan melalui sentuhan pada titik-titik sensual wanita. Pria mungkin melupakan beberapa titik pada tubuh wanita yang memberikan kenyamanan dan menambah kenikmatan seksual ketika foreplay.

Seperti dilansir womansday, Sabtu (28/7/2012), berikan rangsangan pada 7 titik sensual wanita berikut untuk meningkatkan gairah bercinta:

1. Perut bagian bawah

Perut bagian bawah atau area di atas alat kelamin di mana rambut kemaluan tumbuh, juga merupakan bagian sensitif wanita. Memberikan sentuhan lembut pada area tersebut dapat meningkatkan gairah dan sensitivitas wanita.

Sebuah studi dari Indiana University yang diterbitkan dalam International Journal of Sexual Health menemukan bahwa wanita yang merasa lebih positif tentang alat kelaminnya lebih sering mengalami orgasme dan lebih baik.

2. Di balik lutut

Salah satu titik seksual wanita yang sering dilupakan adalah daerah di balik lutut. Ketika pasangannya menyentuh daerah ini, mungkin wanita akan merasa geli, tetapi akan segera berubah menjadi menyenangkan ketika dipijat dengan lembut menggunakan minyak atau lotion.

3. Perut

Pijatan lembut pada perut dapat memberikan pengalaman yang erotis bagi beberapa wanita. Bahkan, dalam beberapa kasus, wanita mampu mencapai orgasme hanya dengan melakukan latihan perut tertentu.

Tidak semua orang mendapatkan efek yang sama dari pijatan di perut tersebut, tetapi membelai perut wanita sebelum memulai foreplay dapat membantu meningkatkan suasana hati. Sentuhan tersebut mungkin juga menyebabkan otot vagina merasa berantisipasi dan meningkatkan gairah.

4. Bibir

Bibir merupakan salah satu daerah yang paling erotis pada tubuh wanita. Menghabiskan setidaknya lima menit berciuman atau hanya menyentuh bibir wanita dengan jari-jari sebelum hubungan seksual dapat meningkatkan gairah.

5. Kulit kepala

Wanita selalu menyukai pijatan di kulit kepala ketika sedang berada di salon. Sehingga suami dapat memberikan sentuhan serupa kepada kulit kepala Anda untuk melepaskan ketegangan. Para ahli menyatakan bahwa menggosok kulit kepala dapat meningkatkan hormon dopamin dan serotonin pada aliran darah yang membuat rileks.

6. Kaki

Beberapa pria menemukan bahwa kaki perempuan terlihat lebih menarik. Pijatan pada titik-titik tertentu pada kaki dapat memicu gairah seksual serta membuat wanita merasa nyaman.

7. Leher

Leher adalah bagian yang sangat sensual dari tubuh wanita. Memijat bahu dan memberikan ciuman lembut dari garis rambut ke pangkal leher dapat memberikan sensasi seksual yang luar biasa bagi wanita.


sumber

Sabtu, 14 Juli 2012

4 Faktor Mental Penyebab Sulitnya Wanita Meraih Orgasme



Ketidakmampuan wanita untuk mencapai orgasme biasa disebut dengan psychogenic anorgasmia, atau singkatnya, anorgasmia. Kondisi ini tidak melulu disebabkan karena rasa malu atau kurangnya kepercayaan diri.

Ada faktor-faktor lebih serius yang menyebabkan wanita sulit mencapai klimaks saat berhubungan seks dengan pasangannya, dan itu bisa saja dialaminya dalam waktu yang lama. Berikut ini empat faktor mental dan emosional yang membuat wanita sulit mencapai orgasme, seperti dikutip dari Your Tango.

1. Pandangan Terhadap Seks
Latar belakang pendidikan, kepercayaan dan budaya bisa memengaruhi cara seseorang memandang seks dan seberapa nyaman dia dengan seksualitasnya. Sebagai contoh, jika sejak kecil Anda sudah diajari bahwa seks itu sesuatu yang tabu, atau seks hanya untuk menghasilkan keturunan dan bukan untuk kenikmatan, bisa menyebabkan Anda cenderung tertutup terhadap aktivitas seks. Akibatnya, Anda tidak bisa leluasa melepaskan orgasme dan sulit membiarkan diri untuk menikmati pengalaman seks meskipun itu dengan suami sendiri.

Untuk ini, Anda perlu terapi seks atau bantuan psikoseksual. Ubahlah pandangan Anda terhadap seks, pahami bahwa tidak ada yang salah dengan menikmati dan menginginkan seks. Mengontrol hasrat seksual dan kehidupan seks bisa membawa Anda pada kehidupan seks yang sehat dan bahagia, dan tentu saja lebih mudah mencapatkan orgasme.

2. Keengganan untuk Eksplorasi
Sangat penting untuk mengetahui hal-hal apa saja yang membuat Anda senang dan merasakan kenikmatan saat bercinta. Ada banyak posisi bercinta yang bisa memperbesar kemungkinan Anda untuk mendapatkan orgasme. Jika Anda selalu berhubungan intim dalam posisi misionaris dan tidak juga meraih kepuasan klimaks setiap sesi bercinta, mungkin sudah saatnya lebih berani bereksperimen. Coba beberapa gaya bercinta baru, lakukan foreplay, berbagi fantasi seks dengan pasangan atau saling memijat tubuh sebelum bercinta.

Temukan stimulasi apa saja yang membuat Anda nyaman dan apa yang tidak. Mengetahui apa yang Anda mau dan bisa menunjukkannya pada pasangan akan sangat membantu untuk meraih orgasme.

3. Dinamika Hubungan Suami Istri
Jika rumah tangga Anda dibangun dengan anggapan bahwa seks tidak punya arti lebih selain hubungan intim secara fisik dan pemenuhan kebutuhan biologis semata, akan lebih sulit memahami arti sebenarnya dari aktivitas bercinta. Orgasme juga sulit diraih jika Anda dan pasangan enggan berkomunikasi soal seks.

4. Trauma Masa Lalu
Bentuk trauma yang menghalangi Anda meraih orgasme bisa bermacam-macam. Bisa karena pandangan negatif terhadap tubuh sendiri (saat remaja selalu diolok-olok gemuk, jelek atau tidak seksi), pernah mengalami pelecehan seksual atau pemerkosaan. Trauma masa lalu bisa membuat seseorang selalu memandang seks dari sisi negatif.

Coba bicarakan pada terapis seks atau teman terdekat tentang ketidaknyamanan Anda. Bahkan Anda bisa membicarakannya dengan pasangan. Jika masih merasa tidak nyaman membagi masalah dengan orang lain, tuangkan dalam tulisan. Cara apapun yang digunakan bisa mengangkat beban berat di pundak Anda dan mulai memandang seks sebagai ekspresi cinta dan kasih sayang yang harus dinikmati bersama pasangan.



sumber

Minggu, 20 Mei 2012

Terlalu Disiplin Menaati Jadwal Bercinta Bisa Bikin Impoten




Seks itu idealnya spontan, namun kadang jadwalnya perlu disesuaikan dengan siklus masa subur khususnya saat sedang menginginkan kehamilan. Yang penting tidak usah terlalu kaku, sebab disiplin yang belebihan malah bisa bikin impoten.

Pengaturan jadwal berhubungan seks sering dilakukan oleh pasangan yang sedang ingin punya anak. Kadang-kadang frekuensinya dikurangi, dengan harapan kualitas sperma terbaik bisa dikeluarkan pada saat pihak perempuan berada pada masa paling subur.

Namun penjadwalan ini sering menyebabkan stres di pihak laki-laki, yang kadang-kadang merasa terlalu dibatasi penyaluran hasrat seksualnya. Stres yang muncul karena terlalu disiplin menaati jadwal tersebut terbukti bisa memicu impotensi permanen.

Penelitian terbaru di Journal of Andrology membuktikan bahwa 4 dari 10 laki-laki mengalami impotensi atau disfungsi ereksi gara-gara stres saat harus menaati jadwal bercinta yang terlalu ketat. Angka ini cukup besar, sehingga para dokter diminta berhati-hati saat memberi saran pada pasien.

"Stres yang muncul akibat memikirkan hubungan seks yang terlalu diatur atau perilaku seksual yang sifatnya wajib bisa memicu disfungsi ereksi pada laki-laki," tulis para ilmuwan di jurnal tersebut, seperti dikutip dari The Independent, Minggu (20/5/2012).

Dalam penelitian ini, para ilmuwan melakukan pengamatan terhadap 400 laki-laki yang sedang mengikuti program penjadwalan hubungan seks dalam rangka ingin punya anak. Pengamatan dilakukan selam 6 bulan dan semua partisipan tidak memiliki riwayat impotensi sebelumnya.

Hasil pengamatan menunjukkan, sebagian besar partisipan mengalami peningkatan kadar kortisol atau hormon stres. Teori sebelumnya yang mengatakan bahwa peningkatan hormon kortisol bisa memicu disfungsi ereksi, juga terbukti dalam penelitian ini.


sumber

Suntik Kolagen untuk Perbesar Ukuran G-Spot


Salah satu alasan perempuan tidak mencapai orgasme karena tidak bisa mencapai titik G-spot. Kini peneliti telah mengembangkan suntikan kolagen yang bisa meningkatkan ukuran g-spot atau dikenal dengan nama G-shot.

G-shot merupakan suntikan kolagen yang dimaksudkan untuk meningkatkan ukuran G-spot perempuan yang biasanya dilakukan oleh dokter ahli ginekologi dan memakan waktu sekitar 30 menit.

Untuk melakukan suntikan ini hanya membutuhkan anestesi lokal. Setelah disuntikkan maka g-spot akan membengkak dan diameternya menjadi lebih besar. Kondisi ini memungkinkan perempuan bisa mencapai orgasme.

Manfaat yang paling jelas adalah banyak perempuan melaporkan bisa mencapai orgasme, serta meningkatkan libido atau gairah seks pada perempuan yang membuat sensitivitasnya meningkat. Namun efek ini diketahui hanya bisa bertahan selama 4 bulan.

"G-shot hanya ditujukan untuk perempuan yang saat ini tidak menderita disfungsi seksual, karena hanya prosedur tambahan saja," ujar Dr David Matlock yang menemukan G-shot, seperti dikutip dari Askmen, Sabtu (19/5/2012).

Dr Matlock menuturkan G-shot yang dilakukan ini tidak akan membuat seorang perempuan menjadi gila atau maniak seks, karena tujuan utamanya adalah memperbesar g-spot sehingga memudahkan laki-laki untuk mencapainya.

Untuk sementara ini, G-shot diduga aman meski terjadinya komplikasi masih mungkin walaupun jarang. Hal ini karena vagina merupakan daerah yang halus dan prosedur ini masih tergolong baru sehingga belum bisa dilihat efek jangka panjangnya.

Istilah G-Spot sendiri berasal dari Ernst Grafenberg, nama seorang ginekolog Jerman yang pada tahun 1950-an mengklaim bahwa tiap perempuan punya satu titik paling sensitif di dalam tubuhnya. Titik tersebut bila dirangsang dengan benar bisa memicu orgasme seksual.

Baru-baru ini ginekolog asal Amerika Serikat Ostrzenski menemukan satu titik kecil yang memiliki simpul saraf paling banyak dibanding lokasi lain di sekitarnya. Titik yang diyakininya sebagai G-Spot tersebut hanya berukuran 8,1 x 3,6 x 1,5 mm sehingga wajar jika sulit ditemukan.


sumber

Rabu, 09 Mei 2012

Payudara Itu Indah Tapi Kadang Membahayakan Kesehatan Wanita





Payudara adalah jaringan yang yang rumit dan permeabel, mudah menyerap berbagai bahan. Hal ini membuat payudara banyak mengandung reseptor estrogen untuk mengoptimalkan pubertas serta menghasilkan ASI yang kaya nutrisi.

Tapi, sifat permebilitas ini juga membuat bahan-bahan berbahaya mudah masuk ke dalam payudara. Faktanya, 1 dari 8 wanita mengidap kanker payudara.

"Payudara membuat wanita terlihat cantik dan mempesona, tetapi juga membuat wanita rentan," kata Florence Williams, penulis buku 'Breasts: A Natural and Unnatural History' seperti dilansir Jezebel.com, Senin (7/5/2012).

Menurut Williams, berikut adalah 5 hal yang membuat payudara bisa membahayakan kesehatan wanita.

1. Banyak Menyimpan Bahan Kimia

Payudara sebagian besar terdiri dari jaringan lemak dan bahan kimia sangat sering tertimbun dalam jaringan lemak.

Beberapa bahan kimia dari produk sehari-hari yang tertimbun di dalamnya berasal dari pengencer cat, cairan binatu, pengawet kayu, pengharum toilet, kosmetik, bensin, racun rayap, pembasmi jamur, dan bahan penahan api.

Agar terhindar dari paparan bahan kimia, kurangi penggunaan berbagai macam bahan kimia.

2. Membuat Kehilangan Banyak Tenaga Saat Menyusui

Bayi laki-laki membutuhkan hampir 1.000 Mega Joule energi dalam tahun pertama kehidupannya. Jumlah itu setara dengan 1000 truk ringan yang bergerak 100 mil per jam, sedangkan bayi hanya mendapatkan energi dari meminum ASI. Bisa dibayangkan berapa besar energi wanita yang hilang saat menyusui.

Payudara juga dapat mengetahui sedang memberi ASI kepada bayi laki-laki atau wanita sehingga menyesuaikan sendiri produksi susunya. Susu untuk anak wanita lebih encer tapi banyak, sedangkan susu untuk bayi laki-laki lebih berlemak namun jumlahnya sedikit.

Teorinya, anak wanita harus tetap dekat dengan ibunya dengan sering disusui sehingga dapat menyerap peran sosialnya. Sedangkan anak laki-laki yang cepat kenyang akan lebih punya banyak waktu untuk bermain dan mengeksplorasi.

3. Kanker Payudara Bisa Menyerang Siapa Saja

Williams mempelajari semua faktor risiko kanker payudara, baik usia, riwayat keluarga, obesitas, ras, pubertas dini dan kondisi menopause. Tapi yang paling membingungkan adalah orang yang terserang kanker payudara justru orang-orang yang hanya sedikit memiliki faktor risiko di atas selain usia dan ras.

Sebanyak 90% wanita pengidap kanker payudara tidak memiliki riwayat keluarga pernah terserang penyakit kanker. Sebagian besar wanita yang memiliki faktor risiko justru tidak pernah terserang kanker payudara. Dengan kata lain, pengelompokkan faktor-faktor risiko kanker payudara selama ini dianggap tak berguna.

4. Sulit Dideteksi Jika Ada Kelainan

Jaringan payudara setiap wanita berbeda-beberapa. Payudara padat yang lebih menonjol dan dianggap sebagai anugerah bagi sebagian besar wanita justru lebih sulit dideteksi adanya kelainan lewat mamogram.

Ada pula isu bahwa mammogram yang menggunakan radiasi sebenarnya justru bisa berbahaya bagi wanita yang sudah berisiko tinggi terserang kanker payudara.

5. Sering Diotak-atik

Payudara merupakan bagian tubuh wanita yang paling sensual dan mudah dipamerkan. Payudara membutuhkan dunia yang lebih aman dan lebih sesuai dengan kerentanannya.

Sayangnya, beberapa wanita justru berlomba-lomba melakukan prosedur yang mengancam kesehatan payudaranya seperti melakukan implan payudara. Banyak produk implan payudara yang terbukti palsu dan meracuni payudara serta membahayakan keselamatan bayi yang disusui.

sumber

7 Macam Alat Pengukur Gairah Seksual




Para ilmuwan dapat mengukur besar atom dan jarak matahari dari galaksi-galaksi lain di alam semesta. Para ilmuwan juga dapat mengukur rasa nyeri, jadi tentu saja para ilmuwan mampu menemukan alat untuk mengukur sejauh apa seseorang terangsang secara seksual.

Sebagian besar perangkat ini digunakan untuk penelitian di laboratorium. Tapi beberapa diantaranya juga digunakan untuk sekedar hiburan dan mendidik konsumen.

Seperti dilansir io9.com, Senin (7/5/2012), berikut adalah 7 alat yang dapat digunakan untuk mengukur gairah seksual:

1. Photoplethysmograph

Perangkat ini diselipkan ke dalam vagina untuk mengukur gairah seks wanita. Perangkat ini pertama kali diciptakan oleh John Perry.

Cara kerjanya mengkombinasikan sensor aliran darah dan sensor aktivitas otot. Di bagian ujungnya juga dipasangi lampu sensor. Alat ini ditambahkan penahan agar tidak terlalu masuk ke dalam vagina dan tidak jatuh selama otot berkontraksi.

Alat buatan Perry ini kemudian disempurnakan oleh para peneliti di University of British Columbia's Sexual Psychophysiology dan Psychoneuroendocrinology Laboratory.

Photoplethysmograph versi 2 ini lebih kecil, berbentuk seperti tampon serta berfungsi mengukur volume darah di vagina, Vaginal Pulse Amplitude (VPA) dan detak jantung saat menanggapi stimulus erotis.

2. Lingerie Pengukur Suhu Tubuh

Laura Lanzo baru-baru ini menemukan lingerie berlapis manik-manik yang sensitif terhadap panas. Manik-manik akan berubah warna karena peningkatan suhu di zona seksual yang sensitif.

Lingerie ini bekerja dengan prinsip yang sama seperti photoplethysmograph, yaitu mengukur peningkatan aliran darah dan suhu tubuh pada alat kelamin.

Manik-manik dipasang dekat dengan daerah selangkangan di celana dalam dan zona erotis pada bagian bra, yaitu pada mangkok bra dan tali.

3. Manset Penis

Perangkat yang diciptakan oleh sekelompok peneliti di Perancis ini mengukur aliran darah ke penis. Cara kerjanya dibeberkan dalam Nature's International Journal of Impotence Research.

Alat ini disesuaikan dengan penis dan dihubungkan dengan 3 tabung tekanan. Sinyal dari tabung tekanan dapat didigitalkan sehingga dapat dipantau lewat komputer.

Jika ingin memantau sendiri gairah seks, tersedia perangkat yang bisa disambungkan dengan Windows menggunakan USB.

Alat ini diproduksi oleh sebuah perusahaan bernama SMT Medical mengadaptasi metode photoplethysmography dan mengukur gelombang tekanan pada penis lewat manset kecil.

4. Plethysmography Penis

Plethysmography sering digunakan dalam mengobati pelaku kejahatan seks. Dokter menunjukkan pelaku foto erotis dan melihat reaksi pada penisnya.

Pada awalnya, alat ini digunakan untuk membuktikan apakah seseorang adalah pelaku kejahatan seks atau berpotensi melakukannya. Tapi banyak pengadilan yang menganggap alat ini tidak dapat diterima sebagai pembuktian.

5. Memantau Kontraksi Otot

Cara lain yang dapat digunakan untuk mengukur gairah seks laki-laki adalah dengan memantau kontraksi otot selama orgasme.

Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan memasukkan sebuah alat lewat dubur untuk mengukur kontraksi otot saat pria melakukan masturbasi sampai orgasme.

Sekelompok peneliti di University of Minnesota Medical School melakukan penelitian mengenai orgasme laki-laki dengan cara ini dan menerbitkan hasilnya dalam The Archives of Sexual Behavior.

6. Alat untuk Membantu Mendiagnosis Ejakulasi Dini

Alat ini dipatenkan untuk mengukur ejakulasi dini. Pada dasarnya, alat ini adalah sebuah vibrator yang dilengkapi dengan stopwatch.

Sang penemunya menunjukkan bahwa penderita ejakulasi dini dapat menggunakan perangkat ini untuk mengukur berapa lama ia dapat menahan ejakulasi.

7. Smart Sex Toys

Mainan seks pintar ini diciptakan oleh Gregg S. Homer. Ia memantau gairah seksual untuk menentukan seberapa bersemangatkah pemakainya kemudian mengirimkan informasinya ke dalam komputer dan mengirimkan stimulasi seksual ke komputer lain.

Jadi komputer bisa menunjukkan input gairah seksual yang dirasakan dan rasa terangsang sebagai outputnya.

sumber