Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2012

Festival Lembah Baliem, Pencuri Hati Turis Eropa



Sejak pertama digelar pada 1991, mayoritas wisatawan yang mengikuti Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) berasal dari mancanegara. Rupanya, festival tertua di Papua ini melekat kuat di hati para turis Eropa.

Sebuah pepatah mengatakan, "Tak kenal maka tak sayang." Rupanya, hal itulah yang jadi pertimbangan kuat para wisatawan mancanegara untuk terbang melintasi samudera dan benua, menginjakkan kaki di pedalaman Papua.

"Dari tahun ke tahun, mereka semakin tahu kalau uang yang mereka keluarkan akan sebanding, bahkan lebih, dengan pengalaman yang mereka dapatkan setelahnya," kata Wempi Wetipo, Bupati Kabupaten Jayapura saat jumpa pers FBLB di Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (27/7/2012).

Tahun lalu, lanjut Wempi, ada sekitar 500 wisatawan yang ikut andil dalam FBLB. Mayoritas dari mereka berasal dari mancanegara, terutama Eropa.

"Festival ini sangat terkenal di dunia internasional. Banyak agen perjalanan di Eropa yang menjual festival ini sebagai itinerary," tutur Sapta Nirwandar, Menparekraf, dalam kesempatan yang sama.

Hal itu sudah tak diragukan lagi. Pada ITB Berlin lalu, stan Papua di bagian Indonesia dipenuhi turis. Papua pun sukses menyandang peringkat 3 dari 150 destinasi wisata di seluruh dunia.

"Setiap tahun Festival Lembah Baliem juga dipromosikan di pameran wisata dalam dan luar negeri," tambah Sapta.

Pada festival tertua di Papua ini, wisatawan bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat serta mengikuti atraksi lempar tombak dan memanah.

"Wisman suka sekali pakai koteka yang sudah disediakan. Selain itu mereka juga suka trekking (di Pegunungan Jayawijaya-red) sebelum atau sesudah festival berlangsung," kata Wempi.


sumber

Jumat, 20 Juli 2012

Melancong ke Kota Peristirahatan Raja di Batu



Kota Batu di Jawa Timur memang terkenal dengan udaranya yang sejuk. Karena memiliki pemandangan indah dan juga udara yang segar, kota ini pun pernah jadi tempat peristirahatan keluarga raja.

Mpu Sindok adalah raja pertama Kerajaan Medang di Jawa Timur pada abad ke-10. Raja yang memiliki gelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmottunggadewa ini memerintahkan seorang petinggi kerajaan untuk membangun sebuah tempat peristirahatan untuk keluarganya. Beliau pun memilih wilayah Batu sebagai tempat peristirahatan, demikian ditengok dari situs resmi pariwisata Indonesia, Rabu (18/7/2012).

Tidak heran memang memilih Kota Batu sebagai tempat peristirahatan. Pemandangannya indah karena dikelilingi banyak gunung seperti Gunung Panderman, Gunung Banyak, Gunung Welirang dan Gunung Bokong. Berada di ketinggian 680-1.200 mdpl membuat kota ini memiliki suhu yang lumayan sejuk yaitu 15-19 derajat celcius.

Malang terkenal dengan apel hijaunya yang garing dan manis. Saat berkunjung ke Batu, melihat pohon apel di pekarangan rumah bukanlah suatu yang aneh. Hampir setiap rumah memiliki pohon apel yang tumbuh subur di taman rumahnya. Kontur jalannya yang naik turun memungkinkan para pelancong melihat pemandangan yang berbeda dari banyak sisi.

Kota sejuk ini memungkinkan banyak tanaman, termasuk bunga, untuk tumbuh sehat dan baik. Turis akan sering melihat bebungaan rimbun yang warna-warni di kiri dan kanan jalan. Jika ingin melihat hamparan bunga dengan warna memesona, datang saja ke Taman Bunga Selecta. Dengan membayar tiket yang tidak lebih dari Rp 15.000, wisatawan sudah bisa menikmati ribuan bunga yang tertata rapi seperti Taman Bunga Keukenhoff di Belanda.

Taman yang sudah dibangun sejak tahun 1928 ini juga memiliki sebuah pemandangan menarik. Di belakang taman, terdapat lembah yang dijadikan ladang sayuran. Deret sayur yang beragam menghasilkan pemandangan warna-warni yang menarik jika dilihat dari atas.

Tak hanya wisata alam, Batu juga memiliki sebuah taman rekreasi yaitu Batu Night Spectacular (BNS). Taman rekreasi ini buka saat malam hari. Mengutamakan permainan lampu yang mengisi setiap sela di sana. Banyak wahana yang bisa dinikmati di sini, anak-anak maupun orang dewasa sama-sama bisa puas bermain di BNS.


sumber

Ada Keajaiban Ibu Pertiwi di Puncak Raja Ampat



Siapa bilang Raja Ampat hanya bisa diselami? Surga dunia ini juga bisa untuk didaki. Tekking di Raja Ampat sangatlah mendebarkan. Anda dapat menjelajahi hutan rimba untuk melihat keajaiban Ibu Pertiwi di puncak Raja Ampat.

Pianemo, itulah gugusan pulau yang didatangi saya dan tim dari Adira Beauty X-Pedition, Selasa (10/7/2012). Terletak di dekat Pulau Waigeo dan tidak jauh dari resort kami di Pulau Mansuar, perjalanan ke tempat ini pun tidak memakan waktu lama.

Setibanya di Painemo, kami dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama akan melakukan kegiatan snorkeling dan kelompok kedua akan melakukan trekking di pulau tak berpenghuni di sini.

Tanpa pikir panjang, saya memutuskan ikut ke dalam rombongan kedua untuk melakukan trekking. Dengan jumlah 13 orang, kami pun berangkat menuju salah satu pulau terbesar di Pianemo.

Tibalah kami di pulau tak berpenghuni ini, seketika itu pula kami semua terkejut. Berbeda dengan pulau-pulau lain yang berpasir putih, pulau ini sama sekali tidak memiliki pasir putih. Pantai-pantai di pulau ini dikelilingi mangrove yang sangat rimbun dan lebat. Masih terheran-heran, awak kapal pun turun dan mengajak kami untuk mendarat.

Hap! Kami pun memulai trekking ini dengan berjalan di antara hutan mangrove. Di depan kami terdapat jalanan yang menanjak sangat tajam. Ditambah pohon-pohon yang rimbun, kami semua sangat antusias untuk menjelajahi pulau tidak berpenghuni ini.

Kami ditemani oleh Mayor, pemandu kami dalam trekking kali ini. Mayor pun mengaku, rombongan kami adalah rombongan pertama yang menjelajahi pulau ini. Wow! Kami semua sangat terkejut. Bukannya takut, kami semua beserta 4 wanita di dalamnya semakin bersemangat untuk menuju puncak pulau ini.

Selama 20 menit kami berjalan dengan medan yang menanjak, sangat melelahkan. Di kiri kanan saya ada banyak jenis tanaman yang belum pernah saya lihat. Uniknya, di pohon-pohon di sekitar kami ada yang terlihat seperti habis dibakar. Ketika kami bertanya ke Mayor, dia pun menjawab, "Itu karena musim panas kemarin, panasnya ya seperti itu."

Kami pun kembali melangkahkan kaaki dan tiba di ladang yang sangat luas. Pemandangan ajaib pun ada di depan kami, yaitu batu-batu kecil yang berjumlah sangat banyak. Batu-batu tersebut seolah berasal dari letusan gunung berapi. Wow! Kami seperti di Merapi dengan suasana seperti ini.

Batu-batu ini adalah bebatuan nikel, bentuknya sebesar gempalan tangan orang dewasa dan berjumlah sangat banyak. Saat masih takjub dengan pemandangan ini, kami pun kembali takjub dan teriak kegirangan. Ada banyak kantung semar di tempat ini!

Lebih beranjak ke atas lagi, ada pemandangan yang sangat cantik. Lautan biru, pantai berpasir putih, langit yang tanpa batas, dan awan-awan bagaikan kapas, terlihat jelas dengan mata telanjang. Inilah bukti keindahan Raja Ampat, yang sangat memukau di setiap sudutnya.

Pulau-pulau kecil yang terlihat di sekitar pulau sangat elok dipandang. Apalagi lautan birunya yang tenang seolah genangan air raksasa. Ada juga pemandangan pasir putih di pantai di dekat pulau ini, seperti Pulau Rinca!

"Kita adalah rombongan pertama yang mencapai puncak di pulau ini, selamat," kata Pak Mayor yang langsung disambut dengan sukacita oleh setiap orang.

Rasa lelah seolah hilang begitu saja. Ada pengalaman dan pemandangan yang tidak akan terlupa dari trekking kami kali ini. Keindahan Raja Ampat dari ketinggian, mengisi setiap sanubari kami dalam mengagumi keindahan Ibu Pertiwi. Indonesia memang indah!


sumber

Kamis, 21 Juni 2012

Morotai, Si Cantik dari Era Perang Dunia II




Pulau Morotai di Maluku Utara, memiliki suguhan alam berupa pantai pasir putih dan kecantikan terumbu karang yang sempurna. Tak hanya itu, pulau ini pernah menjadi pangkalan perang Amerika Serikat pada Perang Dunia II.

Nama Pulau Morotai mulai marak dibicarakan akhir-akhir ini. Hal tersebut dikarenakan akan berlangsungnya perhelatan akbar Sail Morotai 2012. Terlepas dari acara tersebut, Morotai menyimpan pesona kecantikan pantai, kekayaan bawah laut, dan kaya akan sejarah. Terutama, sejarah tentang Perang Dunia ke II.

Dari buku Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maluku Barat Daya yang dikutip detikTravel, Jumat (25/5/2012), Pulau Morotai dikelilingi oleh lautan yakni Samudera Pasifik, Laut Sulawesi, Laut Halmahera, dan Selat Morotai. Jumlah pulau-pulau kecil yang terdapat di Kepulauan Morotai adalah sekitar 33 pulau dengan 7 pulau berpenghuni.

Bagian wilayah Morotai Barat dan Selatan menjadi pesona panorama alam bawah laut, seperti di Pulau Dodola. Pulau Dodola terbagi menjadi dua, yaitu Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil dengan keindahan pasir putih nan halus dan lautan yang biru menawan. Jika sedang surut, kedua pulau ini terhubungkan oleh pasir putih. Anda dapat berjalan di pasir putihnya, seolah jembatan raksasa yang menghubungkan kedua pulau ini.

Pulau Morotai memiliki 23 titik penyelaman, seperti Tanjung Wayabula, Dodola Point, Batu Layar Point, Tanjung Sabatai Point, hingga Saminyamau. Salah satu titik penyelaman yang terkenal adalah Wreck. Sesuai namanya, inilah tempat bangkai pesawat perang dan mobil jeep tenggelam yang ditumbuhi oleh terumbu karang berwarna-warni, serta dilalui oleh ikan-ikan laut yang cantik. Perpaduan pemandangan bawah laut yang sempurna!

Beranjaklah ke Pulau Zum-zum di Morotai Selatan, Anda akan menemukan cerita sejarah tentang Perang Dunia ke II. Di sana terdapat monumen jejak Douglas McArthur, jendral sekutu Amerika Serikat pada Perang Dunia II yang berperang dengan Jepang tahun 1944-1955. Pulau ini pernah dijadikan sebagai pusat komando pasukan Amerika. Di sinilah tentara sekutu menyusun strategi, berlindung, dan berperang melawan Jepang.

Anda dapat menyusuri pulau ini untuk melihat sisa-sisa peninggalan sekutu. Dengan berjalan melewati hutan rawa mangrove, semak-semak, dan perkebunan-perkebunan, Anda akan melihat gua persembunyian McArthur, tempat bekas pendaratan pesawat dan jalur tank, sisa-sisa bangunan rumah persembunyian, hingga sisa selongsong bom asap dan tutup tanki bahan bakar kendaraan.

Perpaduan alam yang sempurna dan goresan sejarah berharga, menjadikan Pulau Morotai sebagai tempat yang wajib dikunjungi. Seperti kata pepatah, sambil menyelam minum air, Anda dapat mempelajari sejarah Perang Dunia II sambil menyelami surga bawah laut Morotai.


sumber