Kamis, 21 Juni 2012

Inilah Bulutangkis, Inilah Indonesia.




Inilah Bulutangkis Inilah Indonesia. Siapa yang meragukan kehebatan bangsa Indonesia dalam bidang olahraga bulutangkis? Berbagai prestasi telah diukir oleh pahlawan-pahlawan bulutangkis kita. Atlet-atlet Indonesia sering mengibarkan bendera merah putih di ajang dunia Internasional. Bahkan bulutangkis dari jaman dahulu hingga sekarang tetap menjadi satu olahraga yang sering menyumbangkan prestasi bagi Indonesia.

Kemarin, kita telah menyaksikan pertandingan Indonesian Open Series, bagaimana para atlet kebanggaan Indonesia berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia. Mereka bukan berjuang karena uang utamanya, tapi mereka berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia internasional. Di pertandingan kemarin kita tahu bagaimana semangat Simon Santoso di tunggal putra dan Tantowi/Lilyana Natsir di ganda campuran. Dari kalangan artis, pejabat, anak kecil mereka bersatu untuk meneriakkan INDONESIA. Hasilnya cukup membanggakan, Simon Santoso meraih juara pada kali ini sedangkan untuk ganda campuran Lilyana Natsir dan Tantowi harus puas menjadi runner up.

Yah Inilah Indonesia Inilah Bulutangkis, bulutangkis mengharumkan nama Indonesia di dunia, fanatisme supporter kita juga terkenal sampai di dunia.





sumber

PON XVIII: 2.000 Medali Diperebutkan 7.947 Atlet




PON XVIII yang akan digelar di Riau tahun 2012 ini akan memperebutkan total 2.000 medali. Event olahraga terbesar di tanah air itu akan diikuti oleh 7.947 atlet dari beragam cabang olahraga.

Demikian penjelasan Humas Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB-PON) Riau, Chairul Rizki kepada detikSport, Kamis (21/6/2012) di Pekanbaru. Dari 2.000 mendali yang diperebutkan, 601 di antaranya adalah medali emas, 601 mendali perak dan 798 mendali perunggu.

Sementara untuk cabang yang diperlombakan berjumlah 39, jumlah tersebut berkurang empat cabang olahraga jika dibanding dengan PON sebelumnya di Kalimantan Timur.

"PON di Riau hanya 39 cabang olahraga, atau berkurang 4 cabang dari PON Kaltim sebelumnya. Hal ini memang sudah sesjuai dengan kesepakatan bahwa PON mendatang diarahkan kepada PON prestasi, sehingga beberapa cabang dihilangkan," kata Rizki.

Terkait belum rampungnya pembangunan beberapa venue, dia berharap itu tak sampai membuat PON molor dari jadwal yang sudah direncanakan.

"Pemprov Riau terus bekerja keras untuk menyelesaikan bebetap venue yang masih membutuhkan pekerjaan yang cepat. Kita tetap berharap pelaksanaan PON tetap berjalan sesuai jadwal yang ditentukan pada 9 September mendatang," tuntas Rizki.


sumber

Benda Jatuh dari Langit di Balaraja Mirip Palu Thor




Lapan dan Bapeten memastikan benda yang jatuh dari langit lalu menimpa sebuah bengkel las di Balaraja, Tangerang, bukan meteorit maupun sampah antariksa. Benda tersebut terlihat berbahan besi dengan bentuk yang mirip kepala palu raksasa.

"Sepertinya barang cetakan. Apakah murni besi atau tidak, saya tidak tahu," kata Kepala Pusat Sains Antariksa Lapan, Clara Yono Yatini, di kejadian di Jl Serang, Nagrek, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (21/6/2012).

Untuk memeriksa benda tersebut, Clara turun langsung ke dalam lubang sedalam setengah meter dengan diameter hampir satu meter yang merupakan tempat mendarat benda misterius itu. Dengan menggunakan sarung tangan khusus, Clara mengidentifikasi benda yang berwarna hitam pekat itu.

Clara mencoba memegang bagian benda yang mirip menyerupai besi tersebut. Setelah tanah itu dibersihkan sebagian, terlihat jelas jika benda tersebut cukup besar. Benda tersebut berukuran sekitar 60x20 cm. Sekilas benda itu mirip dengan palu raksasa.

"Itu bukan meteorit maupun sampah antariksa. Tidak ada tingkat radiasi di sekitar kamar," ujarnya.

Karena bukan benda luar angkasa, pihak Lapan dan Bapeten, menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke polisi. Termasuk soal pengangkatan benda tersebut.
Thor adalah salah seorang tokoh superhero dalam serial komik The Avengers terbitan Marvel, AS. Dia digambarkan sebagai keturunan suku pengelana Viking sebagai pria berperawakan tinggi besar dengan rambut berkepang dua.

Di dalam aksinya memberantas kejahatan, Thor bersenjatakan sebuah palu raksasa. Bila diacungkan, palu tersebut mengundang datangnya petir sehingga Thor juga digambarkan sebagai titisan Dewa Petir.


sumber

Morotai, Si Cantik dari Era Perang Dunia II




Pulau Morotai di Maluku Utara, memiliki suguhan alam berupa pantai pasir putih dan kecantikan terumbu karang yang sempurna. Tak hanya itu, pulau ini pernah menjadi pangkalan perang Amerika Serikat pada Perang Dunia II.

Nama Pulau Morotai mulai marak dibicarakan akhir-akhir ini. Hal tersebut dikarenakan akan berlangsungnya perhelatan akbar Sail Morotai 2012. Terlepas dari acara tersebut, Morotai menyimpan pesona kecantikan pantai, kekayaan bawah laut, dan kaya akan sejarah. Terutama, sejarah tentang Perang Dunia ke II.

Dari buku Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maluku Barat Daya yang dikutip detikTravel, Jumat (25/5/2012), Pulau Morotai dikelilingi oleh lautan yakni Samudera Pasifik, Laut Sulawesi, Laut Halmahera, dan Selat Morotai. Jumlah pulau-pulau kecil yang terdapat di Kepulauan Morotai adalah sekitar 33 pulau dengan 7 pulau berpenghuni.

Bagian wilayah Morotai Barat dan Selatan menjadi pesona panorama alam bawah laut, seperti di Pulau Dodola. Pulau Dodola terbagi menjadi dua, yaitu Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil dengan keindahan pasir putih nan halus dan lautan yang biru menawan. Jika sedang surut, kedua pulau ini terhubungkan oleh pasir putih. Anda dapat berjalan di pasir putihnya, seolah jembatan raksasa yang menghubungkan kedua pulau ini.

Pulau Morotai memiliki 23 titik penyelaman, seperti Tanjung Wayabula, Dodola Point, Batu Layar Point, Tanjung Sabatai Point, hingga Saminyamau. Salah satu titik penyelaman yang terkenal adalah Wreck. Sesuai namanya, inilah tempat bangkai pesawat perang dan mobil jeep tenggelam yang ditumbuhi oleh terumbu karang berwarna-warni, serta dilalui oleh ikan-ikan laut yang cantik. Perpaduan pemandangan bawah laut yang sempurna!

Beranjaklah ke Pulau Zum-zum di Morotai Selatan, Anda akan menemukan cerita sejarah tentang Perang Dunia ke II. Di sana terdapat monumen jejak Douglas McArthur, jendral sekutu Amerika Serikat pada Perang Dunia II yang berperang dengan Jepang tahun 1944-1955. Pulau ini pernah dijadikan sebagai pusat komando pasukan Amerika. Di sinilah tentara sekutu menyusun strategi, berlindung, dan berperang melawan Jepang.

Anda dapat menyusuri pulau ini untuk melihat sisa-sisa peninggalan sekutu. Dengan berjalan melewati hutan rawa mangrove, semak-semak, dan perkebunan-perkebunan, Anda akan melihat gua persembunyian McArthur, tempat bekas pendaratan pesawat dan jalur tank, sisa-sisa bangunan rumah persembunyian, hingga sisa selongsong bom asap dan tutup tanki bahan bakar kendaraan.

Perpaduan alam yang sempurna dan goresan sejarah berharga, menjadikan Pulau Morotai sebagai tempat yang wajib dikunjungi. Seperti kata pepatah, sambil menyelam minum air, Anda dapat mempelajari sejarah Perang Dunia II sambil menyelami surga bawah laut Morotai.


sumber

Awas! 12 Negara Ini Berbahaya Bagi Turis




Tidak selamanya tempat eksotis dan cantik bisa dijadikan tempat liburan. Apalagi jika negara tujuan liburan Anda sedang terkena konflik. Berikut 12 negara yang tidak aman terutama bagi turis.

Ditengok dari News.com, Kamis (21/6/2012), ada beberapa negara yang diberi label "Do Not Travel" atau jangan liburan ke sana. Alasan utama dari label tersebut adalah masalah keamanan.

Jika diurutkan secara alfabet, Afghanistan jadi negara pertama yang muncul dalam daftar yang dibuat oleh situs Smartraveller. Padahal pada dekade 1960-an dan 1970-an, Afghanistan adalah tujuan utama turis hippies. Kini, banyak daerah yang tidak boleh dikunjungi.

Setelah Afghanistan, di kawasan Afrika ada Chad, dan Republik Afrika Tengah, kemudian kawasan Irak dan Libya. Masing-masing menempati urutan ke-2,3,4 dan 5. Urutan selanjutnya adalah Mali, Niger, Somalia, Sudan Selatan, Suriah dan Yaman. Ke-12 negara ini memang sedang mengalami konflik. Baik itu konflik baru atau berkepanjangan.

Meski berbahaya, banyak juga pelancong yang kerap mendatangi tempat-tempat tersebut. Kebanyakan karena tergoda rasa ingin tahu, sementara lainnya lebih karena tidak ingin mengikuti jejak liburan yang sudah umum, atau dengan kata lain, tidak ingin terbawa mainstream.

Pendiri Lonely Planet, Tony Wheeler pernah mendatangi negara-negara di atas. Ia pun menulis pengalamannya dalam sebuah buku yang berjudul 'Bad Lands'. Berikut kutipan dari buku tersebut yang mencerminkan bagaimana keadaan di sana:

"Perjalanan saya menuju Bad Lands membawa saya ke negara-negara yang sangat indah. Dari gurun pasir tak berujung hingga pegunungan berselimut es. Dari sungai-sungai deras hingga pantai tropis. Tapi hal itu selalu berlatarkan kenyataan bahwa ada yang salah di negara-negara. Bukan alam yang salah, tapi orang-orangnya."

Tidak bisa dipungkiri, tak ada yang bisa melarang Anda untuk berkunjung dan berlibur ke mana saja. Namun jangan lupakan juga faktor keselamatan diri Anda sendiri. Tak ada tempat yang tidak bisa dicapai. Hanya saja, jangan buta dan tidak melihat sekitar.


sumber